PKS PATI JAYA http://pkspati.com Bersih Peduli Profesional Sun, 5 Sep 2010 15:48:12 +0700 CMS KOMA v1.00 id http://pkspati.com http://pkspati.com/images/logo.gif PKS PATI JAYA INDAHNYA PERBEDAAN http://pkspati.com/?pg=articles&article=18570 http://pkspati.com/?pg=articles&article=18570 Wed, 23 Dec 2009 19:32:47 +0700 sutrisno ST Informasi http://pkspati.com/?pg=articles&article=18570
Begitu pun dengan kehidupan, setiap
insan selalu berhadapan dengan segala
macam perbedaan dan warna-warni
kehidupan.

Tapi sayang, tidak semua orang mampu
melihat perbedaan sebagai kekayaan.
Banyak orang merasa tersiksa karena
perbedaan alias mereka tidak mampu
menikmatinya.

Berbagai bentuk kejahatan dimulai hanya
karena perbedaan. Entah itu perbedaan
warna kulit, agama, suku bangsa,
prinsip, atau sekadar pendapat.

Sebenarnya, perbedaan bukanlah sesuatu
yang bisa dihindari. Setiap orang lahir
dengan perbedaan dan keunikannya
masing-masing. Mulai dari perbedaan
fisik, pola pikir, kesenangan, dan
lain-lain.

Tidaklah mungkin segala sesuatu hal sama.
Bahkan kesamaan pun sebenarnya tidak
selalu menguntungkan.

Coba bayangkan, seandainya semua orang
memiliki kemampuan memimpin, lantas
siapa yang mau dipimpin? Kalau semua
orang menjadi orang tua, siapa yang mau
jadi anak? Siapa juga yang akan
menerima sedekah, jika semua orang
ditakdirkan kaya?

Perbedaan ada bukan untuk dijadikan
alat perpecahan. Banyak hal positif
yang bisa kita peroleh dengan perbedaan.

Namun, tentu saja semua itu harus
bersyarat. Nah, syarat apa saja yang
harus dipenuhi?

Berikut di antaranya...

1. Cara pandang kita terhadap perbedaan.

    Berpikirlah positif dengan mensyukuri
    adanya perbedaan. Anggaplah perbedaan
    sebagai kekayaan. Cara pandang yang
    benar akan melahirkan sikap yang tepat.

    Ada baiknya kita mencari persamaan
    terlebih dahulu, sebelum mencari
    perbedaan.

2. Kelola perbedaan sebaik mungkin.

    Musyawarah untuk mencapai kesepakatan
    adalah jalan yang tepat untuk mengelola
    perbedaan.

    Berlatihlah utk menghargai, menerima,
    menjalankan dan bertanggungjawab
    terhadap keputusan bersama, meski
    berlawanan dengan ide awal kita.

3. Selalu posisikan segala sesuatu
    pada tempatnya.

    Saat bekerja sama dengan orang lain,
    salurkan potensi, karakter, minat yang
    berbeda-beda pada posisi 'yang tepat'.

    Cara ini akan mendorong tercapainya
    tujuan bersama dan mendukung
    pengembangan potensi masing-masing
    individu.

4. Jangan pernah meremehkan orang lain.

    Apapun dan bagaimana pun kondisi atau
    pendapat orang lain, perlakukan mereka
    selayaknya diri kita ingin diperlakukan.

    Anggaplah semua orang penting. Mereka
    memiliki peran tersendiri, yg bisa jadi
    tdk bisa digantikan oleh orang lain.

5. Jangan menonjolkan diri atau sombong.

    Merasa diri paling penting dan lebih
    baik daripada orang lain *tidak akan*
    menambah nilai lebih bagi kita. Toh
    kita tidak bisa hidup tanpa orang lain.

    Jadilah beton dalam bangunan. Meski
    tidak nampak, namun sesungguhnya ialah
    yang menjadi penyangga kokohnya sebuah
    bangunan. :-)

6. Cari sumber informasi yang terjamin
    kebenarannya.


    Perbedaan bisa muncul karena informasi
    yang salah. Oleh sebab itu, pastikan
    sumber informasi kita bisa terjamin dan
    dapat dipercaya kebenarannya. Lebih
    bagus lagi jika disertai bukti yang
    mendukung.

7. Koreksi diri sendiri sebelum
    menyalahkan orang lain.


    Menyalahkan orang lain terus menerus
    tidak akan banyak membantu kita. Bisa
    jadi kesalahan sebenarnya terletak pada
    diri kita. Karenanya, koreksi diri
    sendiri terlebih dahulu merupakan
    langkah yang paling bijaksana.

So, berhentilah menyesalkan perbedaan.
Karena jika tidak, Kita akan
kehilangan sumber kebahagiaan! :-)

]]>
http://pkspati.com/rss-comments/
1001 KENAPA PILIH PKS http://pkspati.com/?pg=articles&article=13114 http://pkspati.com/?pg=articles&article=13114 Tue, 15 Dec 2009 19:09:39 +0700 sutrisno ST Informasi http://pkspati.com/?pg=articles&article=13114
1001 Alasan Memilih PKS
Ada banyak alasan, kenapa kita pilih PKS sebagai sarana berjuang. Berikut diantaranya:

SAMSU ARDI: Karena Bagus Sih! tapi kenapa ada PKS


AKMAL: suka sama partai yg ber nuan sa islami


OYO: Sesama Muslim kita bersaudara pabila ada perbedaan jadikan rahmat bukan jadi perpecahan. Musuh kita bukan sesama muslim, Kalau anda tdk setuju silahkan anda pilih partai yang lain PDIP mgkn lebih bagus mnrt anda itu hak anda, tapi InsyaAllah kami tetap akan memperjuangkan Aspirasi anda, demi kejayaan Islam di Indonesia khususnya. Karena berdakwah bukan hanya di masjid, Justru di legislatip dakwah yang paling berat u/ skrg ini. tdk stuju dng adanya partai, apakah kudeta jalan yg lebih baik?, Terima kasih atas kritikan anda Wassalam.


ABAH TEA: Salam, bagi saudaraku muslim kalaulah ada perbedaan marilah kita bertoleransi dan marilah kita bekerjasama dalam hal-hal yang kita sepakati demi kemajuan umat ini, tundalah dulu perbedaan itu untuk sementara waktu dengan lapang dada, jangan sampai perbedaan saja yang ditonjolkan.


"ACE TEA": berantas demokrasi. demokrasi=kedaulatan rakyat. berarti rakyat memegang peranan penting. Hukum Allah akan dikemanakan?Sesungguhnya adzab Allah itu pedih. Saatnya kembali ke islam. Teruskan perjuangan! ALLAH HUAKBAR !!!


"ACE TEA": "mas" saya mah tetap pilihan saya terhadap Al-quran percaya pada surat Al-Ankabut : 45/145. Bahwa Allah akan menunjukan jalan yang benar jika hambanya benar2 jalan berdakwah dan trus mencari-cari jalan tersebut.


USMAN MADINA: Karena Partai Keadilan adalah Partai Dakwah yang amanah terhadap perjuangan masyarakat Islam sehingga Insya Allah Bangsa Indonesia dapat keluar dari krisis moral yang mengakibatkan krisis multidimensi, Amien.


MAS: memperjuangkan islam dan indonesia sebenarnya merupakan hal yg bertentangan, jika kita mengerti


MAS: khilafah akan lahir melalui minhajin alan nubuwwah bukan melalui manhaj montesquie


MAS: saya komentar disini mengajak para anda2 utk berfikir dan berdiskusi apakah yg selama ini dilakukan kita2 ini masuk dalam manhaj nubuwwah


MAS: bapak nurwahid kok memuji nurcholis sih..nggak salah nih. musuh islam kok mau diberi kepercayaan sih...


MAS: kita seharusnya berfikir, berlomba lomba dalam kebaikan kah , jika kita memperjuangkan islam melalui sistem kufur, berfikirkah kita...???


MAS: sebetulnya jika kita-kita ini mengaku sebagai orang beriman pasti dan pasti akan memiliki aqidah syariat manhaj yang sama, dan nggak mungkin lagi jika ada orang yang mengaku beriman kepada Allah dan Rasulnya menggunakan demokrasi utk memperjuangkan islam


DEDE"JATINANGOR"KURNAIDI: berani berantas kedzoliman euuuuy....


ABDUL HAKIM ANWAR GHAZALI: adalah sebuah partai yang secara sistem mampu mengubah keadaan secara cepat hal itu dibuktikan dengan sikap dan sifat anggota dpr dandprd pk


"ACE TEA': marilah berlomba-lomba untuk Allah dan islam bukan u/ kelompok2 tertentu


"ACE TEA": saya kurang setuju cak Nur dipilih. Beliau lebih mengedapankan akal daripada al-quran dan sunnah rasul. wallahualam bishawab.


AZE: manusia itu tidak ada yang sempurna :)


"ACE TEA": karena selama ini memberikan konstribusi yamg besar terhadap islam dan indonesia, betulkan mas? Wallahualam bishawab.


ARDIANSYAH: Sebuah partai yang komprehensif pergerakannya dan kader yang terdidik

 

1   [1 ] 2 3 4 5 Berikut » 51

]]>
http://pkspati.com/rss-comments/
Robohnya Rumah Gadang http://pkspati.com/?pg=articles&article=17720 http://pkspati.com/?pg=articles&article=17720 Tue, 15 Dec 2009 19:08:03 +0700 sutrisno ST Informasi http://pkspati.com/?pg=articles&article=17720 Oleh: Presiden PKS, Tifatul Sembiring

Berjalan menyusuri kawasan gempa Sumatera Barat 30 September 2009 lalu, membuat hati ini terenyuh, bergidik menyaksikan bangunan-bangunan yang hampir seluruhnya rubuh di sepanjang jalan yang kami lewati. Berada di kota Padang saja, tidak tahan pilunya hati, tangisan dan ratok keluarga korban, disertai sergapan bau amis mayat yang masih belum sempat di evakuasi. Di kelurahan Tarantang, Lubuak Kilangan, pinggiran kota Padang, rumah-rumah Perumnas yang baru dihuni dua bulan, sudah runtuh kembali. Belum lagi pemandangan sekitar di hampir semua jalur yang kami lewati sambil menyalurkan bantuan, hancur luluh akibat gempa berkekuatan 7,6 Scala Richter tersebut. Di tengah Kota Padang, menurut data Satkorlak, tidak kurang dari 11.000 bangunan hancur dan sudah lebih dari 200 mayat ditemukan. Mulai dari tempat kursus Gama di samping kantor Padang Ekspres, show room mobil Adira, kantor-kantor Pemerintahan, LIA, Pasar Raya, Hotel Ambacang, Hotel Bumi Minang, Kampuang Cino, juga Muaro. Bahkan di Hotel Ambacang sampai hari ini, masih dilakukan evakuasi. Berbagai spekulasi jumlah korban diungkapkan, karena tidak ada akses jalan masuk. Bongkahan puing beton masih bertumpukan saat penulis mengunjungi kawasan tersebut, hari Senin 5/10/2009. Baru 10 % puing Ambacang yang dirubuhkan, sementara bangunan utama kelihatan masih utuh, meski konstruksi sebenarnya sudah patah dua lantai. Aroma busuk kuat tercium sehingga sebagian relawan dan petugas menggunakan masker penutup hidung. Berjalan ke arah Pariaman suasanana kian mencekam. Hampir 90% rumah dan bangunan rubuh akibat gempa. Mulai dari Padang Sago, Nan Sabaris, Bukik Tandikek, Kecamatan Patamuan yang kini jadi kuburan masal. Apalagi jika ditelusuri dari wilayah Kabupaten Agam, Mulai dari Sungai Batang--kampung ulama terkenal Buya Hamka--lebih 2.000 pengungi bertumpuk di pasar, mengisi los-los seadanya, melantai kedinginan. Hampir sepanjang bukit pinggiran danau Maninjau terdapat titik longsor, merubah dominasi warna rimbun kehijauan semula, menjadi dinding kecokelatan tebing yang runtuh. Di Malalak jalan putus ke arah Sicincin, sehingga relawan harus berjalan kaki sejauh 15 kilometer untuk memberikan bantuan ke arah Tandikek. Lubuak Basuang, Manggopoh, Sungai Limau, Sungai Garinggiang, Kampuang Dalam Sikucua, bahkan puluhan tempat lagi yang kami tidak ingat namanya. Entahlah dengan Mentawai dan Siberut, belum ada kabar, padahal di sana bermukim hampir 100.000 jiwa. Di Padang Sago, anak-anak kecil berlarian mengejar mobil yang datang, akankah memberi bantuan. Orang-orang tua yang lebih dominan, banyak termenung di samping rumahnya yang rubuh, sambil berlindung di bawah tenda bambu beratap plastik darurat yang miring. “Ambo ndak bisa bajalan lai Pak, kaki bangkak, lah tigo hari lalok di lantai, ngilu bana”(saya tidak bisa jalan, kaki saya bengkak sebab tiga hari tidur dilantai, terasa ngilu), ujar seorang nenek sambil menunjukkan kakinya yang sembab. Anak-anak kecil pun terlihat lusuh dan kumal, mungkin beberapa hari belum mandi. Ke mana orang ramai berkumpul mereka ikuti. Karena mungkin ayah atau ibu mereka menjadi korban. “Indak ado bapak nan ka mamangku, indak ado mamak nan kamambimbiang”(tidak ada ayah yang mengasuh, tidak ada paman yang mau menuntun), ujar seseorang paruh baya. Gempa di Sumatera Barat kali ini, termasuk paling besar dampaknya dibandingkan gempa-gempa sebelumnya. Peristiwa ini tidak saja menghancurkan bangunan fisik, akan tetapi punya dampak sosial yang besar. Dimana para tokoh setempat juga banyak yang menjadi korban. Kebiasaan orang Minang untuk kembali bermusyawarah, membahas masalah-masalah yang dialami masyarakat di “Rumah Gadang”, semacam balairung tempat berkumpul, jadi sangat terganggu karena sarana infrastruktur dan suprastrukturnya tidak memadai. “Rumah Gadang kami lah runtuah” (Rumah Gadang kami sudah runtuh), kata mereka. Suatu sarana tempat berkumpulnya niniak mamak, bundo kanduang, ulama dan cadiak pandai serta datuak –sebagai tungku nan sajarang--berkumpul untuk memutuskan masalah-masalah suku atau nagari yang mereka hadapi. Inilah efek sosial yang akan segera muncul, karena banyaknya korban, masalah-masalah sosial yang biasanya selesai di level masyarakat nagari, kini tidak terpecahkan. Urang Rantau, yaitu orang Minang yang berada di perantauan, dimasukkan sebagai golongan “cadiak pandai”, dalam situasi demikian tentu sangat diharapkan bantuan dan uluran tangan mereka. Hari ini orang-orang masih berada di tenda-tenda pengungsian, yang paska gempa 30 September lalu tak henti-henti pula diguyur hujan. Namun masa-masa ini adalah tahap tanggap darurat, masih emergency, bantuan kemanusiaan dan para relawan sementara ini masih banyak berdatangan. Yang lebih krusial adalah masa-masa recovery dan rekonstruksi. Relawan sudah kembali, lalu siapa lagi yang akan mengurus mereka?. Di sinilah peran urang rantau untuk secara kontinyu mengawal bantuan mesti terus dilanjutkan. Menghimpun dana di rantau, Anggota Dewan mengawal anggaran bantuan, juga para pedagang dan pengusaha Minang selayaknyalah mengarahkan untuk memotong hewan kurban pada idul Adha nanti di wilayah bencana ini. Selanjutnya, ke depan tentu semua kita harus memuhasabahi, mengoreksi diri dari kekeliruan-kekeliruan masa lalu. Apakah kebiasaan “Tabuik”--melarung sesajen ke laut-- masih akan terus dilakukan, sementara keluar nagari kita berkata “Adat basandi Syara’, Syara’ basandi Kitabullah”. Apakah soal jama’ah Sattariyah yang tetap dipelihara dengan segala kelainannya dan keminiman pemahaman agamanya dari mayoritas ummat Islam di Indonesia, tetap tidak dilakukan pembinaan untuk pencerahan pemahaman mereka?. Atau kelompok-kelompok lain yang banyak terdapat di kawasan terdampak G30S (Gempa 30 September) kali ini. Bagi Allah swt, AL-HASIIB, Yang Maha Cepat Perhitungannya, telah digariskan: “Kalaulah penduduk negeri itu beriman dan bertaqwa, maka akan kami bukakan pintu2 keberkahan dari langit maupun dari bumi, akan tetapi mereka mendustakan ayat-ayat Kami, maka Kami siksa mereka dengan apa-apa yang mereka dustakan”(QS 7:96). Marilah kita koreksi mutu keimanan dan ketaqwaan kita semua, wallahu a’lam.

Pengirim: MHN Update: 08/10/2009 Oleh: MHN

]]>
http://pkspati.com/rss-comments/
Ical vs Sri Mulyani, Isyaratkan Kasus Century Digiring ke Konflik Elit http://pkspati.com/?pg=articles&article=17715 http://pkspati.com/?pg=articles&article=17715 Tue, 15 Dec 2009 18:09:24 +0700 sutrisno ST Parlementaria http://pkspati.com/?pg=articles&article=17715 "Para anggota Pansus harus menyadari bahwa mereka bekerja atas mandat 503 anggota DPR. Tidak boleh seorangpun dari insiator hak angket dikhianati oleh kepentingan dan agenda tersembunyi dari Pansus Angket Century," kata anggota DPR dari Fraksi PKS Nasir Djamil seperti rilis yang diterima okezone, Senin (14/12/2009).

Untuk itu, Nasir berharap agar Pansus Angket Century tidak dijadikan panggung untuk menukar kepentingan antarelit yang memiliki masalah di masa lalu. "Jika itu yang terjadi, maka Pansus telah kehilangan arah. Bahkan bisa diolok-olok oleh masyarakat dan melukai perasaan ratusan inisiator," tukasnya. Meskipun belum berusia sebulan, Nasir menilai Pansus Angket Century, disadari atau tidak, akan dimanfaatkan oleh sekelompok kekuatan di luar DPR utk merealisasikan ambisi sesaatnya berupa materi.

Karenanya Pansus Angket Century tidak boleh memiliki niat buruk. "Jika sinyalemen saya ini benar, maka sangat membahayakan integritas para anggota dan berimbas kepada DPR secara kelembagaan. Kita berharap Pansus mengunakan prinsip memberikan solusi dan bukan mempersulit upaya penyelesaian secara hukum," pungkas salah seorang inisiator Hak Angket Century ini. (mbs)

sumber: Okezone.Com

Pengirim: Rafli W Update: 15/12/2009 Oleh: Rafli W

]]>
http://pkspati.com/rss-comments/